Archive for December, 2011

fRIENDship neVer enDs

Advertisements

22

Penasaran Bikin Gambar 3D

Sumpah aku penasaran banget sama cara pembuatan gambar 3D. aku udah nyari di internet tapi yang aku temuin Cuma cara membuat gambar 3d yang sederhana aja. Nggak se-kompleks kayak di film animasi gitu.. yah… aku sedih.. aku pengen banget bisa membuat gambar 3d. kenapa ya orang barat itu nggak mau ngasih ilmu sedikit aja tentang cara bikin gambar 3d yang termodern? Dalam hatiku berbisik, apa orang barat itu nggak mau ya bocorin rahasia cara membuar gambar 3d???

Huh.. aku sebel banget…

Kamu tau kan aku naksir banget sama gambar 3d.. sangat kagum.. dan aku ingin berkarya.. lebih..

Kuharap aku bisa membuat gambar 3D. meskipun dengan cara yg sederhana. Namun aku akan terus berlatih dan berlatih.. hingga suatu saat nanti aku bisa lihai membuat gambar 3D. aamiin.. doain aku yach… 🙂

Yang penting usaha dulu… oce lily… u can do it… 😀

I wanna make More Life….

Kosong… kosong… dan kosong…

apa aku akan meninggalkan dunia ini dengan buku yang kosong? tentu akan terasa hambar.. aku ingin hidupku lebih bernilai!!! dengan menulis buku, ini akan menjadi bukti bahwa aku pernah hidup di dunia ini.

Aku akan menari-narikan penaku diatas buku ini sesuka hatiku karna aku suka mencurahkan segala impian yg ada didalam otakku melalui tulisan. Karna apabila aku tidak melepaskan segala emisi di dalam otakku, maak kau akan lihat otakku akan meledak-ledak mengeluarkan asap putih halus yg mengambang diatas kepalaku. Mataku akan berlarian kekiri–kanan–atas–bawah, mencari sesuatu untuk menampung imajinasiku yg meluap–luap. Persisnya– seperti gelas yg diisi oleh air yg melimpah–limpah! Tentu kau akan bingung mau berlari kemana.

Well didalam buku ini aku akan menceritakan kisah hidupku, imajinasiku dan impianku. Kau tahu kawan? hidup ini penuh dengan impian. dan impian akan menjadi kenyataan jika kau mau berusaha mewujudkannya.

Teruslah berlari.. kejar mimpimu.. and dont give up…

Love u BooKs, –lilia

Berjilbab…

Ini adalah sebuah potongan kisahku mengarungi belantara hidup ini. aku mendapat hidayah untuk berjilbab.. dan aku menceritakannya dalam kisah dibawah ini.

Sekolah kami kedatangan guru perempuan baru. Yang artinya bakalan ada penambahan seorang pengajar. Kudengar desas-desus dari teman-teman bahwa guru itu killer, keras dan sangat disiplin. Ah.. aku tidak peduli amat dengan berita itu, toh guru itu hanya mengajar, bukan membuat hal yang aneh, pikirku.

                   Selang beberapa hari kemudian,  ibu guru baru itu mengisi pelajaran di kelas kami, yaitu pelajaran agama islam. Teman-temanku sudah takut menunggu hadirnya guru itu, tapi bagiku biasa-biasa saja.  Suasana kelas kami menjadi hening seketika ketika seorang wanita paruh baya memasuki kelas. Wanita itu memakai baju muslim coklat tua dengan jilbab besar yang membaluti tubuhnya. Kulihat dia berjalan sambil memberi salam “assalamu’alaikum” dengan nada lembut, namun hanya beberapa orang saja yang menjawab salamnya. Kaca mata tua yang serasi sekali dengan pakaiannya itu memancing perhatianku.

                 Dengan cekatan beliau menyuruh abdul, ketua kelas kami untuk memimpin doa. “silahkan memulai doa” perintahnya. Usai sudah pembacaan doa, lalu guru itu duduk di kursinya. Sambil duduk, dia menatap kami lekat-lekat. Tatapan mata ibu itu begitu menakutkan. Entah salah apa yang kami perbuat, sehingga guru itu kelihatan marah. Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami, bahkan sahabatku kiky yang dikenal sangat rame itu pun terbekuk bisu olehnya.

“baik, sekarang keluarkan al-qurannya! ” perintah ibu itu tegas. Lantas kami pun mengeluarkan al-quran dari laci meja kami masing-masing.

“hei, kamu! mana kerudungmu?!” bentak guru itu pada teman disebelahku.

Aku pun lantas terkesiap kaget luar biasa, bagaimana dengan aku? Aku juga melalaikan hal sepele itu. Aku hanya bias memendamkan wajah hina ini. Betapa malunya aku.

Hurin pun kaget mendengarnya “ saya.. saya lupa membawanya bu..” jawab hurin terbata-bata.

“lupa…?” ucap ibu itu dengan nada mengejek.

“lupa bukan untuk hal ukhrawi” jelas guru itu.

“Lalu bagaimana kamu mau membaca al-quran tanpa menggunakan kerudung?” guru itu menghela napas dalam-dalam.

“sekarang, bagi kalian yang tidak membawa kerudung dipersilahkan untuk belajar diluar” perintah ibu itu sambil menunjuk ke teras di luar.

Aku pun merasakan hukuman itu, hukuman dari seorang guru agama. Baru kali ini ada seorang guru galak yang menyuruh kami menggunakan kerudung . biasanya kami tidak menutup kepala sama sekali!

Guru yang aneh, gumamku dalam hati.

                                                                                                              @@@@@@@@

Malamnya, aku tidak bisa memejamkan mata. Kenapa pikiran ku selalu tertuju pada guru agama baru itu? Guru yang sangat menekankan agar kaum hawa menggunakan kerudung.

Semalaman aku hanya memikirkan masalah itu. Beberapa kali kucoba membolak-balikkan badan agar bisa melelapkan mata, namun tetap tak bisa. Akhirnya aku mengambil wudhu, lalu mengerjakan shalat tahajjud. Jam masih menunjukkan pukul tiga malam, sedangkan aku masih tidak bisa tidur. Setelah aku berdoa, aku mendapat ide yang lumayan bagus.

Pagi-pagi sekali aku pergi ke warnet dekat rumah dengan mengendarai sepeda ontel. Pagi itu masih berembun yang sangat menyejukkan. Subhanallah,, begitu indahnya ciptaan-Mu…

Warnet sudah dibuka jam segini. Lalu aku searching di internet, mencari keutamaan kerudung bagi wanita. “Ya! Ketemu” gumamku senang. Lulu artikel itu aku cerna sampai akhir. Subhanallah… tiba-tiba air mata ini berlinang..

Kerudung  yang malang… kau Cuma jadi hiasan ku ketika pengajian.. tanpa kusadari betapa pentingnya dikau… ampuni hamba-Mu ini Ya Allah… hamba insaf…

                                                                                                     @@@@@

Esoknya aku menimba ilmu dari guru agama itu lagi. Setiap kali mengajar, beliau selalu marah dengan melihat kondisi kami yang masih seperti ini. Yang hanya memakai pakaian seragam lengan pendek plus kerudung yang melekat di kepala.

“pernahkah kalian menyadari..” ucap bu Maulana

“pakaian kalian ini adalah pakaian setengah telanjang.. pakaian orang kafir..” jelas bu Maulana. Wajah beliau kelihatan sangat kecewa.

“dan orang kafir amat dibenci Allah”

Rasanya aku terpukul sekali dengan kata-kata ibu Maulana. Mungkin aku adalah salah satu dari beberapa murid lainnya yang sadar. Beberapa teman ku yang lainnya juga ada yang membenci bahkan mengejek ibu Maulana dari belakang.

 Aku yakin sekali, dalam lubuk hati bu Maulana tersimpan harapan agar kami semuanya insaf  dan masuk islam secara kafah.

                                                                                                                   @@@@@@

Seminggu tepatnya setelah aku menimba ilmu islami dari ibu Maulana. Aku merasakan sesuatu yang selama ini aku cari-cari. Rasanya ada sesuatu yang menyentuh hatiku yang penuh noda ini. Sesuatu itu adalah iman.. Ya, iman telah membawaku larut dalam ketaatan kepada Rabb ku.

“Aku bertekad untuk menggunakan kerudung…” ucapku girang sambil mengenakan seragam muslim baru di depan cermin. Baju muslim ini aku beli dengan duit ku sendiri. “Aku ikhlas karena Allah” gumamku sambil tersenyum bahagia.

Hari pertama aku memakai baju seragam muslim, memang terasa agak gerah. Namun, setelah beberapa hari kemudian rasa gerah itu pun hilang dengan jurus ikhlas karena Allah.

Subhanallah.. Terima kasih Ya Allah…

Ibu guru Maulana lah yang pertama kali melihat aku mengenakan baju muslim ke sekolah

“Alhamdulillah… Selamat ya nak” ucap ibu itu sambil bersalaman denganku.

Aku pun menyambutnya dengan tangan bahagia “terima kasih bu”jawabku.

Di akhir pertemuanku dengan ibu Maulana, aku menulis kesan yang hanya tersimpan di dalam kalbuku. Ku ungkapkan dengan kata-kata lirih.. Betapa indahnya  iman itu,,,

———– maklum, ini adalah karya cerpenku yg pertama. jadi bahasanya sangat kaku. hehehe…