Kemana Kau Pergi Wahai Sahabatku?


aku masih ingat saat-saat itu. saat-saat dimana kita bercanda tertawa riang tanpa beban di pelataran surau, tempat kita belajar ilmu Islam. kau lah pemenang dalam kisah kecilku. kau selalu ingin menjadi nomor satu.

kau pintar dan elok. aku mulai kagum akan kepintaranmu, pun kau memiliki paras yang cantik. aku beruntung bisa bersahabat denganmu. namun keretakan dalam rumah mu tak dapat terelakkan. hingga kau menjadi korban dalam keretakan rumah tangga itu. aku kasihan padamu. ingin rasanya menghiburmu dan mengajakmu tinggal dirumahku. namun apa daya aku tak mampu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: