Kisah Nyata Yang Menyentuh : Bilakah Ajal Kan Menjemput?

flower

Sebuah cerita

Kukenal dia ketika aku semester awal S1 di fakultas Farmasi pada salah satu Universitas Swasta terbesar di kota M.

Nisa,  itulah namanya, kesan pertama yang kudapatkan tentangnya. Subhanallah Allah menganugrahkan keelokan padanya dengan mengindahkan rupanya. Nisa gadis yang sangat cantik, kulitnya putih bersih, wajah yang begitu sempurna dengan tahi lalat di matanya. Bola mata yang indah dengan pancaran kecerdasan yang begitu jelas.

Dia juga sangat wangi, wangi yang sangat lembut, yang sampai sekarang masih mampu kuingat. Penampilannya sama dengan teman-teman kuliahku, jilbab kecil yang dililit atau dipeniti dengan sangat rapi, dia sangat suka menggunakan jilbab merah dan pink, sangat cocok dengan kulitnya yang putih.

Awalnya aku hanya mampu mengaguminya sebagai teman yang cantik dan pintar. Namun aku tak begitu tertarik untuk mengenalnya lebih jauh. Bukannya aku minder, namun pola pikir kami yang kurasa berbeda. Selain itu aku mendengar dari beberapa temanku, kalau Nisa anaknya sombong dan individualis. Padahal kegiatan dikampus terutama di Laboratorium membutuhkan kerjasama dalam team dan kelompok. Ada pula yang mengatakan kalau dia sok pinter dan gak mau disaingi.

Hal ini yang membuatku agak enggan mengenalnya lebih jauh. Hal lainnya karena aku seorang akhwat, selain dunia kampus, akupun disibukkan dengan amanah dakwah dimana-mana dan juga tarbiyah. Membuat waktuku betul-betul terkuras, sehingga kawan yang ku kenalpun hanya mereka yang juga bergelut didunia dakwah yaitu para akhwat-akhwat.

Namun aku kemudian merasa ada yang kurang dengan keseharianku, aku merasa dakwah fardiyah pada teman-teman yang pada dasarnya ku temui tiap hari sangatlah kurang. Padahal setiap harinya ku mengisi liqo dan membuat ta’lim dengan menghadirkan orang-orang yang tak kukenal.

Lalu bagaimana mungkin teman-teman bahkan sahabatku dikampus tak tersentuh dengan dakwahku. Maka kumulai melirik mereka, membuat kajian jum’at dikampus dan akupun bergabung di BEM fakultasku.

Ada yang menarik dalam tiap kajian jumat yang aku adakan. Yah, aku selalu menemukan sosok Nisa di sana. Bahkan terkadang dia datang lebih dulu dari teman-teman yang lain yang notabene akhwat. Satu hal yang ku ingat darinya, dia selalu shalat tepat waktu. Terkadang aku malu, ketika di lab aku kadang begitu antusias melakukan praktikum, sehingga kadang aku mengabaikan azan Dzuhur atau azar, maka Nisa pasti selalu menhampiriku dan membisikkan padaku kalau telah azan lalu mengajakku ke masjid atau ruang shalat di Lab, dan memintaku untuk meletakkan gelas kimia atau pereaksi kimia dari tanganku itu. Nisa, semakin membuatku penasaran.

Aku semakin tertarik mengenalnya lebih dekat, Alhamdulillah Allah memberiku kesempatan mengenalnya lebih jauh. Pada suatu semester baru, aku ditempatkan satu kelompok dengan Nisa. Kelompok praktikum untuk matakuliah yang sangat susah dan membutuhkan banyak waktu dalam menyelesaikan laporan dan tugas. Akhirnya kami memutuskan untuk mengerjakan tiap hari tugas itu di rumah Nisa, yang kebetulan mempunyai referensi buku yang lumayan banyak. Jadilah aku tiap hari kerumahnya. Nisa gadis yang sangat bersih, rapi, dan teratur. Aku malu jika membandingkan kamarku dengan kamarnya, hehe.. aku berantakan, dan seenaknya meletakkan barang, tapi Nisa, dia bahkan melipat tiap kantong pelastik di rumahnya dan menyimpannya pada kardus kecil, sangat rapi.

Nisa mempunyai seorang kakak laki-laki, itu aku tahu ketika melihat foto keluarga pada bingkai kecil di kamarnya. Nisa tinggal berdua dirumah itu dengan kakaknya, sedangkan orangtuanya tinggal dikampung. Namun ketika ku tanyakan tentang kakaknya, dia terlihat murung, dia cuma mengatakan kalau kakaknya tidak begitu dekat dengannya. Akupun tak mau terlalu mendesaknya untuk bercerita, aku tak mau membuatnya tak nyaman.. Namun aku cukup terkejut ketika tak sengaja aku melihat belasan botol obat didalam lemarinya, ketika kutanyakan, dia cuma tersenyum dan mengatakan hanya vitamin biasa.

Aku dan Nisa semakin akrab sejak semester itu, dan sejak itu tak jarang dia curhat padaku. Tentang semuanya, tentang teman-temanya yang menganggapnya sombong, tentang keluarganya, tentang pacar-pacarnya, aku termasuk akhwat yang tak suka mendoktrin teman-temanku tentang larangan pacaran, kubiarkan mereka bercerita padaku tentang itu, lalu aku mengikuti tiap perkembangan hubungan mereka, sehingga akupun mendapat kepercayaan mereka, barulah ketika mereka mulai bermasalah dengan pacarnya atau mempertanyakannya pendapatku tentang pacaran, baru aku menyelipkan nasihat-nasihat tentang itu, sehingga obrolan yang pada dasarnya nasihat itu lebih berkesan diskusi atau curhat buat mereka dan aku tak sok menggurui, dan tak sedikit akhirnya temanku memutuskan pacarnya dengan trik seperti ini hehe.. tapi ini rahasia yah..

Hingga suatu hari, pada awal semester baru lagi, aku dan Nisa sepakat untuk memprogram matakuliah yang semester lalu belum kami ambil, jadinya kami berdua harus kuliah denga yunior. Kuliahpun kami pilih hari sabtu pagi sebelum kuliah bahasa arab, hari yang bebas parktikum untuk kelas kami. Nisa punya kebiasaan untuk janjian denganku pada malam sabtunya lewat sms, dia akan menanyakan apakah aku akan ikut kuliah besok? Jika tidak, diapun malas untuk datang… hemm kebiasaan buruk, tapi juga wajar, mana ada yang betah kuliah dengan yunior

Suatu pagi dihari sabtu, selepas kami kuliah, sambil menunggu dosen dan teman-teman yang belum datang, kuliah berikutnya yaitu bahasa arab, aku duduk berdua dengan Nisa di depan kelas. Ruang kuliah sangat sepi, hanya ada aku dan Nisa yang datang cepat karena ada kuliah pagi. Waktu itu langit sangat mendung, bahkan gelap, pertanda hujan deras akan segera mengguyur kota M siang itu. Ada yang berbeda dari Nisa yang biasanya ceria, pagi itu dia diam dan sedikit murung, matanya sembab sangat jelas dia baru saja menangis. Aku lalu bertanya padanya ada apa? Dia hanya diam, dan menggeleng, akupun mendesaknya untuk bercerita. Hingga akhirnya dia lalu menyingkap roknya dan memperlihatkan betisnya. Allah, aku terkejut, begitu banyak memar di betisnya, lalu dia memperlihatkan lengannya, kulit putihnya kini berhiaskan lebam-lebam biru kehijauan. Ada apa denganmu teman?

Dia lalu bercerita, kalau sejak kecil dia menderita Epilepsi (ayan), jika penyakitnya kumat, kepalanya seakan dialiri jutaan watt listrik, begitu sakit sehingga jika dia tak tahan sakitnya, diapun kejang-kejang tak sadarkan diri, dia baru saja tadi pagi kambuh di kamar mandi ketika sedang mencuci, beruntung kakaknya masih di rumah, sehingga dia segera tertolong.

Semua badannya lebam dan memar karena terbentur tembok dan barang-barang saat kejang-kejang. Dia bercerita sambil menangis, dia harus menelan puluhan tablet penenang tiap harinya, yang jika terlambat sedikit saja dia konsumsi, akan membuat penyakit epilepsinya kambuh. Selain itu, tekanan dan kecapaianpun dapat menyebabkannya kumat. Dia malu jika penyakitnya kambuh ditengah banyak orang, bagaimana jika auratnya terbuka ketika dia tak sadarkan diri ketika kejang, dan itu telah sering terjadi. Dia lelah, kadang dia mempertanyakan kepada Allah, kenapa mesti dia yang mengalaminya, dia punya banyak cita-cita, ingin mempunyai apotek, ingin bekerja di Balai POM, dia ingin segera menikah dan punya anak. Namun ketika ia menyadari Epilepsi yang dideritanya dapat merenggut nyawanya kapan saja, dia lalu menangis dan sangat sedih.

Lalu kembali pertanyaan itu hadir, kenapa harus dia? Kenapa bukan orang-orang yang selama hidupnya hanya berbuat sia-sia dengan maksiat? Kenapa bukan orang yang tak menghargai hidupnya yang selalu ingin bunuh diri hanya dengan masalah picisan? Aku ingin lebih baik, masih banyak hal yang ingin aku capai.

Dia mengatakan padaku satu hal yang tak akan pernah kulupakan. “Aztri, kamu tahu? Kenapa selama ini begitu masuk azan, aku akan bergegas shalat, karena aku takut, jika aku menunda shalatku,lalu kemudian ternyata Allah membuat penyakitku kumat, dan lalu aku mati sebelum menunaikan shalat. Penyakitku bisa kambuh kapan saja, itu berarti aku dapat diambilNya kapan saja” katanya dengan isak tangis.

Sungguh, pemikiran yang sederhana, namun mampu menghempaskanku ke titik nol. Aku yang begitu paham makna takdir dan ajal, namun tak pernah memikirkan dengan begitu nyata. Aku kadang berfikir Ajalku masih sangat jauh, bahkan kadang tanpa aku sadari aku merasa hanya orang lain yang akan mengalami kematian. Bukan, bukannya aku tak percaya ajal, tapi ada kalanya kita begitu tenggelam dengan dunia sehingga kemudian melupakan tamu yang dapat datang kapan saja itu.. ajal… kematian..

Lalu Nisa pun mengatakan padaku, “Aztri, aku takut mati, aku takut tak mampu mempertanggung jawabkan perbuatanku selama hidup ini. Apa yang harus kukatakan pada Allah nanti. Aku mau mati dalam keadaan terbaikku, tapi bagaimana jika penyakitku kumat di kamar mandi, seperti tadi pagi? Aku tak mau mati di kamar mandi, tempat yang kotor, bagaimana jika aku dalam keadaan aurat yang terbuka, aku malu menemui Allah dengan keadaan seperti itu. Bagaimana jika Allah mengambilku ketika aku serangan dan aku tak mampu menyebut namanya karena dalam keadaan tak sadar? Aku tak mampu menahan air mataku, akupun ikut menangis. Baru kali itu aku merasa kematian begitu dekatnya. Tanpa sadar dalam hati aku berdoa “Ya Rabb, penguasa Alam semesta, berilah akhir yang baik pada kami..”

Sejak itu aku semakin dekat dengan Nisa, dia pun mulai mengikuti tarbiyah, dia mulai memanjangkan jilbabnya, yang tadinya dia lilit, kini dia mulai menutupkan ke dadanya. Kemana-mana aku bersamanya. Teman-temanpun heran melihatnya, bagaimana mungkin aku bisa tiba-tiba akrab dengannya.

Pada suatu sabtu pagi, aku ke kampus seperti biasa, hari ini ada kuliah dengan Nisa, namun yang aku herankan, sejak semalam aku menunggu sms Nisa, tapi tak ada satupun, akupun meng smsnya apa dia mau kuliah atau tidak, namun smsku pun tak dibalas sejak subuh. Aku pikir mungkin pulsanya habis. Sesampaiku di kampus, aku baru tahu kalu sabtu itu ada wisuda, jadi semua kegiatan perkuliahan di tiadakan. Aku mencari Nisa ke mana-mana, dari kelas ke kelas, ku tanya pada teman-teman apa ada yang melihatnya. Namun tak satupun yang melihatnya pagi itu. Aku lalu berfikir mungkin dia sudah tahu hari ini kuliah diliburkan maka dia tak datang kekampus. Aku pun pulang tanpa memikirkannya lagi.

Namun pada pukul 10 malam. tepatnya malam ahad, ketika aku sedang berkumpul dengan keluargaku, tiba-tiba telpon pun bordering, aku mengangkatnya tanpa prasangka apa-apa. Namunternyata yang menelpon adalah temen kuliahku, dia memberitakan berita yang seketika mampu melemaskan semua persendianku.. Nisa meninggal dunia, entah jam berapa, namun mayatnya baru ditemukan tadi jam 09.00 malam dalam keadaan kaku dan membiru, tertelungkup di kamarnya. Seolah aku tak berpijak di bumi, langit di atasku seolah runtuh.

Selanjutnya aku langsung menuju kerumahnya ku tahan air mataku seolah ini hanyaberita bohong, aku masih berharap menemukan Nisa di rumahnya dan menyambutku di depan pintu dengan senyuman seperti biasa. Namun sesampaiku disana, lorong ke rumahnya telah penuh dengan kerumunan warga setempat, raungan serine ambulans sejak tadi terdengar. Kusingkap kerumunan, orang-orang yang mengenalku dekat dengan Nisa segera memberiku jalan, bergegas ku ke ambulansnya, dan kutemukan sosok yang sangat kusayangi, sahabatku Nisa dalam balutan selimut, tubuhnya kaku dengan posisi tak biasa, wajahnyatelah membiru dan bengkak. Allah, apa yang dia khawatirkan terjadi. Nisa sahabatku, ada apa denganmu? Kenapa jadi begini?

Badanku tiba-tiba limbung di depan pintu ambulans, sebuah tangan menangkapku sambil membisikkan istigfar ke telingaku, ternyata dia salah seorang akhwat temanku dikampus. Dibimbingnya aku ke kamar Nisa, ku dapati kamarnya berantakan tak rapi seperti biasa, kertas berhamburan dimana-mana, obat-obatnya berserakan dimana-mana. Salah seorang temanku menceritakan padaku. Nisa baru ditemukan kakaknya tadi ketika dia pulang pukul 09.00 malam, tak ada yang tahu pukul berapa Nisa meninggal namun jika melihat kondisi kamarnya, dimana lampu yang masih menyala dan tirai yang masih tertutup, kemungkinan dia meninggal kemarin malam, hari itu dia sendiri di rumah, tak ada yang menemaninya. Barulah ketika kakaknya pulang pukul 09.00 malam dia menelpon dan HPnya berbunyi di kamarnya, tapi Nisa tak mengangkatnya. Dan di temukan Nisa telah kaku dan membiru..

Allah… bagaimana mungkin secepat ini, sempatkah ia menyebut namaMu? Betapa sakitnya sakaratul maut yang ia rasakan, dan dia menghadapinya sendiri, Rabb adakah namaMu dia ucapkan? Baru saja kurasa mengenalnya, baru saja dia mengatakan ingin mengenal islam lebih jauh, beru kemarin ku rasa dia mengatakan ingin menggunakan jilbab lebar sepertiku. Masih dapat ku ingat dengan jelas ketika aku bermain ke rumahnya, dia minta aku meminjamkan jilbab hitam lebar yang aku gunakan saat itu sebentar saja.

Dia memakainya berdiri di depan cermin dengan senyuman yang sangat manis, Nisa begitu cantik dengan jilbab lebar yang aku pinjamkan padanya. Lalu dia memperagakan wajah malu-malu katanya jika ada ikhwan yang mengkhitbahnya, dia akan mengangguk malu seperti ini. Aku tertawa terpingkal-pingkal saat itu, namun sekarang ketika mengingatnya malah yang kurasakan perih yang amat sangat, di sini, di hatiku..

Teman membisikkan kalau ambulans yang mengantar jenazah menuju ke kampung halamanya akan segera berangkat, Nisa akan dikebumikan di kampungnya, kami pun berkumpul di sekitar ambulans mengantar kepergian Nisa. Melihatnya untuk terakhir kalinya. Serine segera menggelgar, memecah keheningan malam saat itu. Ambulans yang berisi jasad Nisa telah pergi, Nisa tak ada lagi, namun di sini di hati ini dia tetap ada. Semangat hidupnya menjadi kekuatanku, Nisa sahabatku yang cantik, selamat jalan. Sampaikan salamku pada Rabb kita, Aku yakin niatmu yang tulus telah terukir dengan indah di buku amalanmu. Tersenyumlah kawan, kau begitu cantik dengan senyummu.

Tunggu aku, akupun pasti akan menyusulmu, di sana di JannahNya.. pergilah..

Kulepas kau dengan ikhlas.. Dengan Senyum..

jalan yg panjang nanar kau tatap
tak lagi peduli semua yg terjadi
smakin dalam larut angan mu melayang
mimpimu hadirkan semua penantian
dengan apa aja kau bernyanyi
akhirnya kau pun pergi… tak kembali

tiap haru kuhanya sanggup mengingat
jelas bayangmu yg masih melekat
dalam kecewa ku hanya mampu katakan
tetaplah tersenyum karena itu jalan
yang kau telah kau pilih……
terbanglah……terbanglah…..bersama pelangi

banyak sudah kisah yg tertinggal
kau buat jadi satu kenangan
seorang sahabat pergi tanpa tangis arungi mimpi
slamat jalan kawan cepatlah berlalu
mimpi mu kini tlah kau dapati
tak ada lagi seorang pun yang menggangu kau bernyanyi

slamat jalan kawan cepatlah berlalu
mimpi mu kini tlah kau dapati
tak ada lagi seorang pun yg mengganggu kau bernyayi..

Support Muslim Syria

support muslim syria

Dukunglah Muslim Syria semaksimal yang kita bisa, karena kelak kita akan ditanya kenapa kita tidak menolong mereka. Lima ribu rupiah sehari akan berarti bagi mereka, disertai doa, sebagai bentuk kepedulian akan situasi mereka.

Ingatlah, Syam adalah bumi yang dirahmati Allah.. juga penduduknya. Dan sekarang ini Syam sedang benar-benar dibantai.

Syria telah berada dalam penindasan selama 40 tahun, dan 2 tahun yang terakhir ini adalah yang terparah. Setiap hari setiap jam terjadi pembunuhan oleh rezim Assad dan sekutu Syiah mereka. Sementara itu dunia keseluruhan menentang Muslim Syria dan mendukung rezim..

Semoga kemenangan akan segera datang kepada seluruh umat Muslim didunia. Aamiin…

Butuh Kasih Sayang Ibu

support muslim syriaGambar: seorang gadis kecil menggambar seorang ibu kemudian meringkuk di tengahnya sambil berimajinasi sedang dipeluk ibu. (Ibu anak ini telah dibunuh rezim assad laknatullah)

29Perlu selembar roti untuk membuat seorang anak Syria tersenyum. Bukan sebuah boneka, bukan permen. Cukup selembar roti…

38

Masa kecil adalah masa berimajinasi dan bermain. Mengingat masa kecil, adalah kenangan indah yang tak pernah dilupakan..Namun lihatlah permainan anak-anak Syria, mereka tahu mungkin akan segera tiba waktunya mereka akan mendapatkan Syahid sehingga dalam bermain pun mereka membayangkan telah syahid……
39Sanamen, Daraa.
Melihat ayahnya disemayamkan, tampaknya balita ini mengerti apa yang terjadi… bahwa ayahnya tidak akan pernah bangun lagi untuk bisa bermain bersamanya. Dia menangis…

53Dari kedua bola matanya yang mungil tersimpan banyak kisah..Kisahnya.. kisah kehidupan rakyat Suriah yang ia lihat dengan kedua bola matanya..maka lihatlah.. biarkan ia bertutur.. menceritakan kisahnya..

Karena kedua bola mata ini kelak akan menjadi saksi..Saksi atas kekejaman yang dilakukan pemimpin yang Zhalim di negerinya sendiri..

35

“SAYA BERHARAP SYAHID AGAR BISA HIDUP BERSAMA MAMA DI SORGA” HOMS

——————————————————————————————————————–

Belajar Sambil Berjualan.

anak suriah belajar sambil berjualanDi Syria, anak-anak berjuang untuk bisa tetap belajar, sekaligus mencari makan untuk keluarganya.

31Seorang anak Syria mengais sampah mencari apa saja yang bisa dimakan.

32Warga Syria harus menunggu untuk mendapatkan air di Aleppo, 2 April 2013.
Di wilayah Syria, kekurangan air semakin memburuk dan pasokan kadang terkontaminasi sehingga meningkatkan risiko penyakit khususnya pada anak-anak.

33Kami biasa membaca tentang manusia goa dalam buku sejarah.
Terimakasih kepada Assad, yang telah mengubah kami menjadi seperti mereka!

——————————————————————————————————————–

Anak Kecil yang Syahid

As-Syahidah Amani, Kharbah Ghazalah - Daraa. SyriaSubhanallah… betapa manis senyum gadis kecil ini. Seluruh orang yang melihat senyumnya tentu akan tersenyum manis bersamanya. Namun Allah telah memilihkan tempat yang terbaik baginya, tempat dimana kesedihan tak kan lagi ditemukan. Tempat dimana ketakutan tak lagi dirasakan. Hanya ada kedamaian dan kebahagian..

Selamat jalan Amani.. semoga Allah merahmatimu dan menyayangi keluargamu.

As-Syahidah Amani, Kharbah Ghazalah – Daraa. Syria

34Seandainya ada yang bertanya bagaimana tidurnya para Syuhada. Sungguh, dalam tidur panjangnya mereka hanya melihat keindahan Syurga..

As-Syahidah Lein Farouji, Daraa-Syria

36Hala Il-Sham dibunuh di Damaskus selagi masih berada di dalam dekapan ibunya !

38Senyuman para syuhada mungil….

39Seorang ayah mengucapkan selamat berpisah kepada putranya yang merupakan “anugerah terindah di dunia” setelah terjadi serangan brutal oleh pasukan Syiah alawit kuffar Assad.

Ya Allah, sungguh pemandangan yang menghujam hati…

Semoga Allah menyatukan sang ayah dengannya di jannah, aamiin!

——————————————————————————————————————–

Mujahid Syria

muslim syria loving so muchSebuah surat dari Mujahidin Syria untuk isterinya yang tercinta:

“Kau adalah satu-satunya di muka bumi yang dapat mengatakan siapa aku, dari tatapan mataku. Telah lama aku tidak melihatmu.
Aku sangat merindukanmu…..
Aku mencintaimu.”

Oh, orang Syria…. kau begitu romantis meskipun dalam situasi perang!

27Mujahidin bergiliran jaga dan sholat

mujahidin chechnyaMujahidin Chechnya

30Mujahidin break sebentar untuk makan siang

——————————————————————————————————————–

Senjata Kami

weapon by muslim syriaAsli buatan Mujahidin Syria !

               “Kepepet Pangkal Kreatif” MUJAHIDIN FSA

Empat bulan sesudah rezim Assad memulai pembunuhan, penangkapan, penyiksaan terhadap rakyat yang menuntut keadilan dan perubahan, terbentuknya Mujahidin FSA (Free Syrian Army/Jaysul Hur) diumumkan kepada dunia. Tepatnya tanggal 29 Juli 2011.
                     Rakyat menolak untuk dihinakan dan di-bully oleh rezim ini. Mereka melawan dengan apa yang ada di tangan mereka. Selain rakyat jelata, anggota Mujahidin FSA semakin banyak setelah tentara yang tadinya mendukung Basyar Al-Assad banyak yang sadar, bahwa selama ini mereka membela yang bathil. Selain itu, kabarnya juga semakin banyak pemuda Muslimin Ahlussunnah wal Jama’ah dari Eropa, Asia, dan Afrika datang membantu saudara-saudaranya melawan rezim yang sedang mengamuk. Terutama sesudah semakin nyata keterlibatan Syiah Iran dan Lebanon.
                      Di bawah ini adalah berbagai foto yang diterbitkan beberapa kantor berita, yang menggambarkan betapa seadanya persenjataan Mujahidin. Melihat foto-foto ini, jauhlah panggang dari api, apa yang dipropagandakan rezim Assad. Mereka mengatakan, JMujahidin FSA adalah “Gerombolan bersenjata Al-Qaida, yang dipersenjatai oleh Amerika dan sekutunya”. Kenyataan di lapangan menunjukkan, Mujahidin FSA/ JAys Al-Hurr adalah rakyat yang karena sudah tak tahan ditindas, diberi ilham oleh Allah, untuk melawan dengan cara-cara yang tidak diduga sebelumnya.Rajin pangkal pandai, kepepet pangkal kreatif.

VIDEO FREE SYRIAN ARMY (  FSA  )

——————————————————————————————————————–

Siapakah Dalang Dari Kerusakan Negeri Suriah Ini?

41

42Kita semua tahu, siapa teroris sebenarnya di Syria.

40

Bassar Assad Laknatullah

43Basyar Al-Assad (Syiah Alawiyah/Nushairiyah)memproklamirkan diri sebagai Tuhan.Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas pemerkosaan lebih dari 6400 perempuan Sunni Suriah di kamp-kamp tahanan.Assad telah mengeluarkan undang-undang baru mengizinkan prajurit untuk melakukan (pelecehan SEKSUAL )dengan gadis-gadis Sunni sehingga saudara-saudara mereka dari Mujahidin atau ayah-ayah mereka menyerahkan diri untuk ditangkap dan dieksekusi bila tak ingin anak atau saudarinya diperkosa.Karena undang-undang ini, banyak perempuan Sunni telah diperkosa dan banyak yang hamil dengan bayi Syiah. Assad telah memberikan kekebalan kepada semua tentara-tentaranya untuk membunuh siapa saja, dan tidak ada yang dapat menuntut mereka di pengadilan karena memperkosa wanita Sunni.Pada tautan Al-Jazeera, diceritakan terdapat dua wanita Sunni sedang mengungkapkan kisah duka mereka semasa didalam tahanan Syiah, di mana mereka diperkosa dan disiksa dengan sangat biadab.

Pemerkosaan yang dilakukan orang-orang Syiah sama seperti yang pernah dilakukan pada abad pertengahan dahulu. Kedua wanita ini akhirnya berhasil diselamatkan oleh Mujahidin dari dalam penjara babi tentara Syiah.

Syiah juga berlaku kejam terhadap anak-anak, seorang bayi perempuan berusia 4 bulan dari Homs disiksa sehingga mati di depan Ayahnya sendiri, untuk memaksanya memberi tahu lokasi keberadaan Mujahidin FSA. Dengan kejamnya mayat bayi malang itu dibungkus dalam kantung plastik dan didikirim ke rumah ibunya.

Kisah lain, sepasang suami isteri yang baru menikah dipenjara oleh tentara Syiah, didalam penjara isteri muda itu diperkosa di depan suaminya sendiri hanya untuk kesenangan dan memastikan isteri malang itu mengandungkan anak Syiah.

Sampai saat ini, terdata 17 wanita Sunni bunuh diri akibat depresi setelah mengetahui dirinya positif mengandung anak Syiah, dalam beberapa kasus, ada pula yang dibunuh keluarganya sendiri atau ayah atau suami wanita bunuh diri akibat depresi dan tidak ingin anak atau istrinya melahirkan bayi Syiah.

http://www.aljazeera.net/humanrights/pages/b013a684-abfd-4c70-b899-f53600637516?GoogleStatID=24

45
Inilah Prestasi Syiah !!

Dana Dari PBB Untuk Rezim Laknatullah

49PBB kini mendukung Rezim Kriminal Assad dan memberikan bantuan keuangan untuk terus melanjutkan kejahatannya, membunuhi anak-anak tidak berdosa di Syria..
50Mengapa Dewan Keamanan PBB mendanai rezim pembunuh yang telah menewaskan lebih dari 60.000 rakyatnya sendiri? Lebih dari SETENGAH MILIAR DOLAR diberikan ke Pemerintah dan rezim Assad. Kini PBB membantu Assad dan secara finansial mendukung kejahatannya.
Katanya untuk “REKONSTRUKSI” “PERBAIKAN” DAN “REHABILITASI” !!!Yang Terhormat PBB, BANTUAN ANDA MEMBUNUH KAMI …

Kami Tak Akan Takut…

51Rakyat Suriah:

Kami akan terus berdiri.. kami akan terus bertahan.. meski terus dibunuhi..

Kami akan mendidik anak-anak kami agar menjadi generasi terbaik dalam ummat..

— Jumlah bayi Suriah yang lahir di pengungsian Za’tari, perbatasan Jordan selama 23 bulan Revolusi adalah sebanyak 88 bayi

Semoga Allah menjadikan bayi-bayi yang lahir ini kelak menjadi anak yang shalih – shalihah dan pelindung ummat.

40

“Meninggal saat berjuang, lebih baik dari tunduk kepada rezim pecundang”Semangat kemerdekaan dari pejuang “Universitas Revolusi-Aleppo”

Lalu, Apa Yang Bisa Kita Lakukan..?

Dukunglah Muslim Syria semaksimal yang kita bisa, karena kelak kita akan ditanya kenapa kita tidak menolong mereka. Lima ribu rupiah sehari akan berarti bagi mereka, disertai doa, sebagai bentuk kepedulian akan situasi mereka.

Ingatlah, Syam adalah bumi yang dirahmati Allah.. juga penduduknya. Dan sekarang ini Syam sedang benar-benar dibantai.


“barangsiapa yang tak peduli dengan urusan kaum muslim maka bukanlah golongan kaum muslimin” (HR. Hakim).

karena kita semua muslim, Alhamdulillah. Karena kita beriman kepada ALLAH Ta’ala.

Karena Qur’an kita satu, Tuhan kita satu dan syari’at kita satu, tidak ada sekat dan pembatas yang menghalangi kita. Bukan karena nasionalisme dan kolonialisme yang telah memisahkan kita.
Semua itu akan menjadi sampah sejarah dan umat ini akan kembali menjadi umat yang satu sebagaimana yang telah dijanjikan oleh RASULULLAH.

Kenapa mesti suriah? Karena RASULULLAH telah menguraikan keutamaannya, tidaklah kalian dengar hadist tentang akhir zaman??
“akan ada nanti tentara yang berjuang di syam, tentara yang berjuang di Irak dan tentara yang berjuang di Yaman.”
Rasulullah ditanya: “ kemanakah saya harus bergabung? pergilah ke Syam” (HR.Abu Dawud).

Dalam riwayat lain”… Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya di negri tersebut.” (shahih Tirmidzi).

Segala keberkahan ada di negri tersebut. Inilah Syam, bahwasanya Rasulullah telah bersabda: 
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya iman berada di Syam ketika terjadi fitnah”. (HR. Ahmad no.21781)

Syam, kita bisa melihat seperti negri lain pada umumnya. Negri kaum muslimin yang tentram, negri yang biasa-biasa saja. Sekarang lihatlah revolusi yang terjadi di sana, Allah menyiapkan untuk hal yang lain, perhatikan slogan-slogan mereka:

Kami hanya memilikiMU ya ALLAH, kami hanya memilikiMU.

Seluruh dunia meninggalkan mereka, semua meninggalkan…. sehingga mereka sadar bahwa tidak ada kemenangan kecuali dari Allah, slogan mereka:

Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik penolong. Negri mereka akan berubah ke arah kebaikan yang akan diberikan Allah.
Allah menginginkan kebaikan untuk umat ini, penundaan kemenangan, saya memandangnya sebagai kebaikan. Adalah kebaikan untuk umat ini, kita tak mengetahui apa yang Allah Persiapkan untuk negri ini. Setiap tetes darah akan memberkahi negri ini, semakin menyuburkan tanahnya.

“Jangan kamu kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

syria girl

37Saat kami melihat senyuman mengembang diwajah-wajah mereka, seakan dunia dan seisinya bersyukur bersama kami dan menyambut kedatangan kami. alhamdulillah..
      Ya ALLAH Help The Muslims of Palestine, Ya ALLAH Help The Muslims of Syria, Ya ALLAH Help The Muslims of Burma, Ya ALLAH Help The Muslims of  Somalia, Ya ALLAH Help The Muslims of Egypt and Libya, Ya ALLAH give victory to the Ummah, Ya ALLAH give victory to the Ummah, Ya ALLAH give victory to the Ummah. Aamiin!! Aamiin!! Aamiin!!

♥___ Free Syria ___♥

It’s Sunnah… :)

Did you know?

Cleaning your bed before going to sleep…

IT’S A SUNNAH 🙂

#SmallSunnahReminder

cleaning bed before sleep is sunnah

Parenthood

Children need their parents’ presence more than their presents.

Parenthood is more about responsibility than authority. Parents are accountable to Allah for the proper upbringing of their children.

parenthood

Don’t Judge

Judging a person doesn’t define who THEY are, but defines who YOU Are!

#Reminder

hijab must be

Making a MOVIE

first time for make a movie 🙂

Syria, Kami Mencintaimu..

Inilah yang ditakutkan Syiah Basyar Al-Assad, Syiah Iran, Amerika, Israel dan orang-orang Kuffar..

Disaat muslim bersatu dalam setiap keadaan, bahkan disaat mengusung jenazah..

Di Suriah, inilah yang terjadi setiap harinya lebih dari 100 orang syahid setiap hari dan orang-orang dari penjuru kota datang menyolatkan jenazah para Syuhada (biiznillah) dan untuk mengantarkan ke kubur.

Seorang muslim Suriah mengatakan, “Sudah hampir dua tahun ini kami sholat jenazah setiap harinya lebih banyak jumlahnya daripada sholat fardhu.”

“Hasbunallah wa ni’mal wakil..
Semoga Kemenangan akan segera datang kepada seluruh kaum Muslimin..”

syria

Hanya sepatah sebuah renungan:

Ada apa dengan Suriah?
“barangsiapa yang tak peduli dengan urusan kaum muslim maka bukanlah golongan kaum muslimin” (HR. Hakim).

karena kita semua muslim Alhamdulillah. Karena kita beriman kepada ALLAH Ta’ala.

Karena Qur’an kita satu, Tuhan kita satu dan syari’at kita satu, tidak ada sekat dan pembatas yang menghalangi kita. Bukan karena nasionalisme dan kolonialisme yang telah memisahkan kita.
Semua itu akan menjadi sampah sejarah dan umat ini akan kembali menjadi umat yang satu sebagaimana yang telah dijanjikan oleh RASULULLAH.

Kenapa mesti suriah? Karena RASULULLAH telah menguraikan keutamaannya, tidaklah kalian dengar hadist tentang akhir zaman??
“akan ada nanti tentara yang berjuang di syam, tentara yang berjuang di Irak dan tentara yang berjuang di Yaman.”
Rasulullah ditanya: “ kemanakah saya harus bergabung? pergilah ke Syam” (HR.Abu Dawud).

Dalam riwayat lain”…Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya di negri tersebut.” (shahih Tirmidzi).

Segala keberkahan ada di negri tersebut. Inilah Syam, bahwasanya Rasulullah telah bersabda:
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya iman berada di Syam ketika terjadi fitnah”. (HR. Ahmad no.21781)

Syam, kita bisa melihat seperti negri lain pada umumnya. Negri kaum muslimin yang tentram, negri yang biasa-biasa saja. Sekarang lihatlah revolusi yang terjadi di sana, Allah menyiapkan untuk hal yang lain, perhatikan slogan-slogan mereka:

Kami hanya memilikiMU ya ALLAH, kami hanya memilikiMU.

Seluruh dunia meninggalkan mereka, semua meninggalkan…. sehingga mereka sadar bahwa tidak ada kemenangan kecuali dari Allah, slogan mereka:

Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik penolong. Negri mereka akan berubah ke arah kebaikan yang akan diberikan Allah.
Allah menginginkan kebaikan untuk umat ini, penundaan kemenangan, saya memandangnya sebagai kebaikan. Adalah kebaikan untuk umat ini, kita tak mengetahui apa yang Allah Persiapkan untuk negri ini. Setiap tetes darah akan memberkahi negri ini, semakin menyuburkan tanahnya.

“Jangan kamu kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

syria girl